Pentingnya Moral dan Akhla Mulia Untuk Kehidupan Yang Modern [Di Era Teknologi]


Moral dan Akhlak Mulia Untuk Kehidupan Yang Modern

Pentingnya moral bagi kehidupan. Tak bisa kita pungkiri kan, dengan adanya koneksi internet, kita lebih leluasa menjelajah situs apapun dengan mudah. Bermain game, media sosial (entah apapun itu) dan masih banyak lagi yang bisa kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari di era yang modern ini.

Nah, dengan dengan kemajuan era ini kita harus bisa mengendalikan diri dari suatu hal negatif dibalik perkembangan yang modern ini. Memang banyak sisi positif dari perkembangan jaman yang semakin maju ini, namun tak sedikit pula hal-hal negatif didalamnya.

Dengan menggunakan media sosial/internet dengan bijak, mungkin kita bisa men-takar atau memilah apa saja yang seharusnya ditonton, dibaca, didengar, dan disebar. Dengan begitu, kita bisa menjadi pengguna internet yang bermoral.

Terus gimana dengan sisi negatif dari keberadaan internet untuk kehidupan kita?, Sisi negatifnya adalah, kita bisa bebas mengakses situs-situs terlarang, membaca berita-berita yang tidak pasti kebenarannya (Hoax), dan lebih parahnya lagi kita bisa berkomentar dengan menggunakan unsur suku, ras dan agama (SARA).

Kita bahas yang pertama dari sisi negatif koneksi internet di perkembangan jaman yang seperti sekarang ini.

Pemuda, Karya dan Pergerakannya - Salman Faridzi


Pergerakan pemuda-pemudi sangat penting bagi perkembangan suatu kalangan atau bangsa. Karena itu, sebagai pemuda-pemudi jangan sekali-kali meremehkan keberadaannya di dunia ini. Seperti apa maksut dari meremehkan kebaradaannya di dunia?, yaitu dengan menganggap seperti ini “orang-orang yang sudah tua-lah yang seharusnya mengembangkan suatu kalangan atau bangsa, bukan kita yang masih muda”. Jika memang kita sebagai pemuda-pemudi berfikiran seperti itu, maka bisa dikatakan bahwa pemikiran seperti itu adalah suatu pemikiran yang meremehkan diri sendiri. Sebagai anak-anak muda, kita mampu merubah dunia dengan sesuatu entah apapun itu, buktikan dan jangan hanya berdiam diri menerima nasib sebagai pemuda yang malas-malasan.
Dengan berkarya, pemuda bisa dikatakan memulai pergerakannya; mengawali membangun kalangan dan bangsanya. Pada dasarnya kalian tak perlu harus menjadi Profesor, Insinyur, Doktor dan sebagainya untuk membangun bangsa; cukup menjadi diri sendiri, berkarya, dan membuat banyak hasil dari sebuah karya bisa membantu dan mengangkat derajat suatu kalangan (bangsa).
Berkarya dengan seni juga salah satu cara untuk membangun bangsa. Bagaimana bisa membangun bangsa dengan seni?. Tentu bisa, ditengah banyaknya orang yang meremehkan seni dalam pergerakan membangun bangsa, kita coba buktikan bahwa pemuda-pemudi memiliki cara sendiri dalam membangun bangsanya. Biar presiden dan mentri-mentrinya membangun pergerakan bangsa dengan cara mereka masing-masing, dan kita dengan cara kita masing-masing. Dengan maksut hati ingin membangun, bukan malah merusak suatu tatanan negara.
Seperti apa membuat pergerakan bangsa dengan seni?, dengan membuat hasil karya yang diakui oleh dunia, mungkin bisa menjadi bukti nyata pergerakan kita. Perlunya kita ingat, bahwa seni tak melulu tentang gambar, wayang, lukisan dan lain sebagainya; tetapi dengan merawat ruang hijau kita sudah bergerak membangun bangsa dengan seni. Jadi jika kalian ingin membuat pergerakan, tak melulu dengan berkarya membuat lukisan, memperkenalkan wayang, melatih akting dan sebagainya; tapi dengan merawat ruang hijau, kalian sudah bisa dikatakan sebagai pemuda yang mengawali pergerakan dengan seni melewati unsur seni keindahan, yaitu dengan merawat lingkungan.
Mungkin banyak yang bingung kenapa merawat ruang hijau dibilang seni. Jawabanya sangat simpel sekali, karena seni adalah dimana kita bisa meluapkan emosi tentang sekitar menjadi wujud nyata. Kita ambil contoh saja seni lukis, seni lukis butuh ruang dimana kita meluapkan emosi tentang indahnya pemandangan, indahnya kebersamaan, betapa hebatnya jasa suatu pahlawan; maka dari itu seniman butuh ruang untuk menggambarkan semuanya lewat seni lukis. Begitu juga dengan wayang, wayang mencoba menjelaskan pada kita bahwa betapa hebatnya cerita-cerita sejarah dibalik damainya dunia lewat kisah-kisah dibalik seni itu sendiri, dan masih banyak lagi contoh-contoh yang bisa kita ambil. Intinya dengan meluapkan emosi pada bentuk karya apapun bisa dikatakan sebagai suatu seni. Banyak sekali pengertian seni, seni itu luas, jika dijelaskan di sini bisa habis berjuta-juta kata.




Jangan pernah meremehkan bentuk apapun dalam seni, karena didalamnya terdapat suatu kata yang jika diterjemahkan sangat memotivasi untuk membangun diri. Apresiasi bentuk karya seni dengan cara apapun agar seni itu mengalir, meluas, dan dibaca/dilihat seluruh dunia. Dengan begitu kita sudah membangun bangsa pada karya seni yang kita buat. Pemuda yang meluangkan waktunya untuk sebuah pergerakan adalah pemuda yang sesungguhnya, pemuda itu aset bangsa, jika aset bangsa sudah hancur pemikirannya, rusak moralnya selesai sudah suatu bangsa.
Sampai Presiden pertama indonesia, Sukarno, pernah berkata “Beri aku sepuluh orang tua, maka akan ku angkat semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda maka akan ku goncang dunia”. Begitu hebatnya pergerakan pemuda dimata Sukarnno, sampai berucap seperti demikian. Maka dari itu sebagai pemuda jangan kita pernah merasa puas atas perkembangan-perkembangan yang telah dilakukan. Ubah yang buruk dan kembangkan menjadi lebih baik.
Selama kita sebagai pemuda mampu mewujudkan aksi nyata kepada dunia, selama itu pula arti “pemuda” bisa diakui bangsa. Banyak pemuda-pemuda yang berakhir di penjara atau mati ditelan serakahnya dunia demi mewujudkan kedaimaian dan impiannya. Tentu itu sebagai bukti nyata bahwa pergerakan pemuda-pemudi di dunia memang sangat berpengaruh bagi perkembangan suatu bangsa atau bahkan dunia. Tak perlu menoleh kebelakang, tetap fokus dengan apa yang di depan, lewati rintangan dan tunjukkan bahwa kita sebagai pemuda mampu membangun suatu bangsa yang mandiri, berbudi pekerti dan membawa nilai-nilai moral yang baik. Tentunya semua itu demi mewujudkan impian kita membangun bangsa.
Jadilah pemuda yang berguna bagi bangsa dengan cara mengadakan sebuah pergerakan yang tentunya benar-benar untuk meluapkan emosi kita sebagai pemuda, untuk membangun bangsa yang lebih baik. Jangan pernah takut untuk memulai pergerakan, entah didalam bentuk seni, pemberontakan dalam sistem yang tidak benar atau lain sebagainya. Karena tanpa adanya generasi muda yang berani, mumpuni dan bertanggung jawab, suatu bangsa telah kehilangan aset berharganya.

Kreativitas Dan Perkembangan Zaman [Seni] - Salman Faridzi


KREATIVITAS DAN PERKEMBANGAN ZAMAN


Mengenai Kreativitas, pada jaman ini banyak sekali kreator-kreator muda yang menciptakan karya-karya yang luar biasa dalam bidang seni, seperti Seni Rupa, Seni Kaligrafi, Seni Arsitektur dan masih banyak lagi. Karena di era ini, tak bisa kita menjauhkan seni dalam kehidupan sehari-hari. Seperti contohnya ketika kalian berada di rumah atau di dalam ruangan tertentu, barang-barang yang kalian lihat atau kalian miliki adalah bentuk dari karya seni, seperti Ukiran, Tembok, Kasur, Pot Bunga dan masih banyak seni yang lain yang pasti kalian miliki.
Namun banyak sekali pandangan menurut hukum-hukum yang membahas mengenai seni, seperti halnya dengan seni rupa dan begitu juga mengenai kesenian lainya seperti musik dan pertunjukan misalnya. Dalam buku “Dari Khazanah Dunia Islam” karya dari seniman sastra indonesia Ali Audah, dituliskannya seperti demikian.


“Dalam hal ini juga tidak sedikit orang mengemukakan argumen-argumen keagama’an yang sifatnya melemahkan kreativitas, sehingga orang yang merasa ragu tidak ingin terjun ke dalam kegiatan ini”
Menurut saya apa yang dituliskan itu realita sa’at ini, dimana kreativitas dilemahkan oleh argumen-argumen tertentu yang sifatnya menganggap bahwa kreativitas ada suatu batas-batas tertentu dalam menjalaninya. Kadang jika aku membahas suatu karya atau seni menyangkut pautkan pada hukum atau agama, itu sedikit berat dan menakutkan, karena sensitifitasnya sangatlah tinggi jika mengenai hukum dan agama. Maka dari itu saya selalu membaca buku-buku karya sastrawan  yang membahas hal serupa dahulu lalu menulis ulang dengan tambahan pendapat yang aku punya.

Hati-Hati Melukai Hati [Baca'an Senja] - Salman Faridzi


BERAPA HATI YANG SUDAH KITA SAKITI

 Sudah berapa hati yang disakiti lisan, tangan dan perbuatan. Kita tak sadar, karena sejatinya semua  memaksa apa yang diinginkan. Berapa hati yang terluka hanya karena satu kalimat yang berantakan? yang merusak jalan insan menuju kebahagia'an, dengan cara yang dia anggap instan. Dan berapa hati yang terluka karena sentuhan berlebihan? menganggap semua berjalan seperti apa yang kita inginkan, dan merasa tak bersalah seakan sudah biasa dan tak perlu dendam. Setiap sentuhan, gerakan dan ucapan harus terjaga agar tak menyakiti hati banyak orang, terutama orang-orang yang kita tuakan. Tak perlu terlalu sopan, hanya saja kita harus elegan. Seperti apa?, melakukannya dengan akal yang "bersifat keseluruhan". Bersifat keseluruhan berarti menggunakan akal yang sebisa mungkin diterima oleh banyak orang. Bukan keinginan individu dan merasa sudah sewajarnya berkelakuan sembarangan.

Buku-Buku Karya Ali Audah [Sebuah Kata]

    Siapa yang tak kenal dengan sosok satu ini ? seorang Sastrawan sekaligus Penerjemah ini banyak dikenal oleh kalangan Pecinta Sastra Indonesia Modern. Ali Audah baru beberapa bulan lalu Meninggal dunia ( Innalillahi wa'inna Illaihiraji'un ) semoga amal ibadah diterima di sisi Allah SWT.
Beliau adalah Sastrawan yang sangat memiliki banyak karya-karya buku karangannya sendiri maupun buku terjemahan yang beliau terjemahkan dari bahasa Arab kedalam Bahasa Indoenesia.

Klik Untuk Membeli Buku Moeka Djakarta [buku photography tentang jakarta]

    Selain menerjemahkan karya sastra dan buku-buku dari penulis terkenal, beliau juga menulis artikel atau kolom mengenai hal terutama mengenai kebudaya'an dan agama di berbagai harian seperti Pedoman, Abadi, Indonesia Raya, Kompas, Sinar Harapan dan berbagai Majalah seperti Kiblat, Gema Islam, Panji Masyarakat, Optimis, TEMPO. Bahkan sebelumnya beliau pernah menjadi penulis tetap di Harian Kami sebagai penulis Cerpen, Esai dan karya terjemahan pada tahun (1966-1973).

KUMPULAN NAMA-NAMA BUKU ALI AUDAH SENDIRI DAN TERJEMAHAN YANG PERNAH DI TERJEMAHKAN OLEH BELIAU

Buku-buku Karya Sastra Asli Ali Audah 

  • Malam Bimbang (Nusantara, Medan, 1961)
  • Icih (Pustaka Jaya, Jakarta, 1972)
  • Novel Jalan Terbuka (Litera, Jakarta, 1971)
  • Ibn Khaldun : Sebuah Pengantar (Studi Biografi)
  • Konkordansi Qur'an (Referensi, 1991)
  • Dari Khazanah Dunia Islam (Ditulis sejak tahun 1955)

Sastrawan Sekaligus Penerjemah Indonesia Ali Audah [Sebuah Kata]

Biografi Ali Audah, Sastrawan Sekaligus Penerjemah

  

    Ali Audah adalah Sastrawan Modern di Indonesia berkelahiran Bondowoso, Jawa Timur pada tanggal 14 Juli 1924. Ali Audah lahir dari keturunan arab, nama ayahnya Salim Audah dan ibunya Aisyah Jubran. Pada saat Ali Audah berusia 7 tahun, ayahnya meninggal dunia. Pada saat itu ke-empat saudara Ali Audah belum ada yang bekerja, dan akhirnya mereka semua dirawat oleh ibunya dengan sabar dan bijaksana.

    Pada saat itu, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, ibu Ali Audah bersama ke-lima anaknya pindah ke kota Kewedanan. Di sini ibu Ali Audah mencoba membuka usaha Restoran untuk menghidupi keluarganya ini, namun usahanya tak bertahan lama, karena selalu merugi. Pada akhirnya mereka sekeluarga memutuskan untuk pindah ke desa industri di dekat surabaya, setelah beberapa lama tinggal di desa itu kehidupan keluarga Ali Audah ditanggung oleh kakaknya yang telah bekerja di perusaha'an tenun.